You are currently viewing APRESIASI SENI – TIDAK SEKEDAR TARI #79

APRESIASI SENI – TIDAK SEKEDAR TARI #79

Bidang 1 atau Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Ormawa Kesenian Tradisional UNS telah melakukan penelitian berupa apresiasi seni dengan menonton pertunjukan TIDAK SEKEDAR TARI, tidak hanya bidang 1 saja namun Bidang 1 juga mengajak seluruh anggota Ormawa Kesenian Tradisional UNS. TIDAK SEKEDAR TARI merupakan agenda rutin setiap 2 bulan sekali yang diselenggarakan di Pendopo Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah. TIDAK SEKEDAR TARI #79 ini dilaksanakan pada Jumat, 14 April 2023 pukul 20.00 WIB. Setiap pertunjukan akan menyajikan 3 karya yang berbeda, kali ini TIDAK SEKEDAR TARI #79 menampilkan dari Tari USF UMS Solo, Bandung dan Solo. Pada akhir pertunjukan biasanya terdapat sesi diskusi dan mempersilahkan penonton bertanya kepada koreografer. 

Penyaji yang pertama dengan judul Tari Tampah Terompah koreografi Putri Faza dari Tari USF UMS Solo dengan sinopsis karya “Menceritakan kegiatan sehari-hari selayaknya anak pada umurnya yaitu bermain tetapi tidak lupa juga akan tugasnya membantu orang tua”. Terdapat 5 penari cantik dengan menggunakan baju seperti kebaya berwarna hijau, jarik pendek, serta dalaman celana berwarna hitam, dipadukan dengan aksesoris yang simpel. Tarian yang membawa properti tampah dan bakiak ini sudah cukup bagus tetapi ada beberapa gerakan yang kurang kompak, kurang bersemangat, tidak tau mana gerakan yang berpower atau memang gerakan halus, dan durasinya cukup lama jadi membuat penonton merasa bosan.

Penyaji yang kedua dengan judul Sineger Tengah koreografi Dilan Ardiansyah dari Bandung dengan sinopsis karya “Tubuh memiliki dinamika dengan berbagai elemen pergerakan yang terjadi dalam kehidupan dimensi menjadi kontradiksi yang meliputi berbagai permasalahan antara tubuh, benda, dan ruang menjadi titik batas koordinasi”. Dibawakan dengan 2 penari yang membawa properti sebuah bambu yang besar, dan menggunakan dress hitam  dan kemeja hitam. Penampilan kedua ini tidak menggunakan musik sama sekali jadi penonton kurang bisa memahami makna dari setiap gerakan tersebut. 

Penyaji ketiga dengan judul Bounce koreografer Ayu Fatimah dari Solo dengan sinopsis karya “Refleksi dari sebuah perjalanan yang mengeksplorasi teknik, gerak, kekuatan kaki, dan dipadukan dengan teknik gerak memantul”. Terdapat 4 penari cantik dengan menggunakan baju coklat pendek dan celana pendek berwarna kulit. Dengan paduan musik yang energik menjadikan penari berekspresi dengan tatapan tajam. Tarian ini menjadi penyaji terakhir yang sangat bagus, kekompakan gerakan ketika memantul juga bareng,membuat suasananya menjadi tegang dan membuat penonton tidak merasa bosan.