LATIHAN REGULER – TARI- GERAK DASAR

GERAK DASAR

Gerak dasar tari merupakan bagian terpenting di tari dimana melibatkan semua bagian dari anggota tubuh manusia. Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta atau Rantaya. Rantaya berasal dari kata paran (apa) dan taya (mataya, tari). Menurut sumber lain bahwa rantaya yang berasal dari kata ‘rante’ dan ‘taya’ yang artinya didalam rantaya ada sebuah gerakan belajar berjalan atau didalam istilah tari dinamakan Lumaksana. Jenis rantaya dibagi menjadi 3 macam yaitu Rantaya Putri,  Rantaya Putra Alus, dan Rantaya Putra Gagah. Gerak dasar tari dibagi menjadi 4 yaitu:

1.  Gerak Kepala

  • Tolehan

Tolehan adalah menggerakan leher dengan memindahkan arah  pandangan dan dagu menurut arah hadap wajah.

 

 

 

  • Pacak Gulu

Pacak Gulu adalah menggerakan leher dari kiri ke kanan atau sebaliknya, dengan pandangan tetap. gerakan kepala dilakukan oleh penari putri

 

 

  • Lenggut atau Angguk

Lenggut atau Angguk adalah gerakan yang dilakukan pada saat berlutut (jèngkèng), mula-mula kepala digerakkan ke depan, kemudian diturunkan dan ditarik ke arah tubuh dengan gerakan memutar perlahan dan lemah gemulai. Saat mengikuti gerakan kepala ini bagian atas tubuh mula-mula condong ke depan, kemudian lurus lagi.

 

  • Coklekan

Coklekan adalah gerak tekukan kepala ke samping kiri atau kanan

 

 

 

  • Gedheg (khusus tari putra gagahan)

  • Gedheg adalah gerakan khusus untuk tari putra gagahan

 

2.  Gerak Tangan

  • Ngithing & Ngrayung

Ngithing ada yang menyebutnya dengan istilah nyekithing. Yaitu posisi tangan dengan ibu jari menempel pada jari tengah, membentuk bulatan. Sedang jari yang lain ditekuk(menekuk/melengkung kebawah).

Ngrayung adalah bentuk gerak tangan dengan posisi ibu jari menempel pada telapak tangan, dan keempat jari berdiri dengan posisi jari-jari rapat.

 

 

  • Nyempurit

Nyempurit, posisi jari-jari tangan hampir sama dengan ngithing. Hanya saja posisi ibu jari menempel pada sisi jari tengah sedang jari yang lainnya posisi tekuk (melengkung ke bawah)

  • Ukel

Ukel adalah gerakan tangan dengan memutar pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam, dengan posisi tangan ngithing.

  • Kebyok

Gerak kebyok adalah gerakan tangan dengan menggunakan selendang yang dihentakkan ke pergelangan tangan dengan menggunakan selendang sehingga selendang menyangkut dipergelangan tangan

  • Kebyak

Kebyak adalah gerakan tangan dengan menggunakan selendang yang dihentakkan atau dibuang sehingga selendang lepas dan tidak lagi menyangkut di pergelangan tangan. Gerak kebyak dilakukan setelah kebyok.

  • Ulap-Ulap

Ulap-ulap adalah gerakan dengan posisi tangan seperti ngrayung, dengan posisi pergelangan tangan ditekuk dan posisi ibu jari berdiri, terletak lurus pada dahi/kening (seperti hormat). Ulap-ulap ada 2 yaitu ulap-ulap kanan dan ulap-ulap kiri. Ulap-ulap kanan adalah gerakan tangan kanan menekuk di depan kening, sedang tangan kiri menekuk dipinggang (malangkerik). Ulap-ulap kiri adalah tangan kiri yang menekuk di depan kening, sedang tangan kanan menekuk di pinggang (malangkerik)

 

  • Tawing

Tawing adalah gerakan dengan posisi tangan ngrayung yang terletak di depan pundak. Posisi ini ada 2, yakni tawing kanan dan tawing kiri. Tawing kanan dilakukan tangan kanan yang diletakkan pada depan pundak kiri. Sebaliknya tawing kiri, dilakukan tangan kiri yang diletakkan pada pundak kanan.

  • Mbaya

Mbaya mangap digunakan pada tari putra gagah. Posisi tangan mbaya mangap adalah posisi tangan sama seperti ngrayung tetapi ibu jari tidak menempel pada telapak tangan. Ibu jari membuka lurus ke depan.

  • Nayung

Nayung digunakan pada tari putra alus. Posisi tangan kanan mbaya mangap yang letaknya di depan dada, biasanya berpasangan dengan mingkis.

  • Mingkis

Mingkis adalah pasangan nayung yang dilakukan tangan kiri, posisi dimana tangan kiri mbaya mangap dengan telapak tangan menghadap atas, terletak di pinggang kiri (trap cethik).

  • Seblak

Seblak adalah gerakan menyibak selendang/sampur dari pangkal ikatan selendang sampai merentang lurus kesamping badan. Kemudian arahkan selendang kebelakang. Seblak kanan kearah kanan, seblak kiri kearah kiri dengan tangan kiri, atau secara bersamaan.

  • Ngepel

Ngepel adalah gerakan dengan posisi jari tangan mengepal, dengan ibu jari menempel di depan jari telunjuk. Digunakan pada tari putra gagah.

  • Bapang

Bapang adalah gerakan dengan posisi tangan pada tari putra gagah dengan telapak tangan mbaya mangap dimana tangan kiri posisi membuka menghadap atas, lengan tangan membuka kesamping. Sedang tangan kanan lengan kanan membuka lurus pundak dengan posisi telapak tangan mbaya mangap menghadap depan.

 

  • Kambeng

Kambeng adalah gerakan dengan posisi lengan tangan membuka didepan dada dengan kedua tangan mengepal.

3.  Gerak Badan

  • Leyek (condong)

Lèyèk (condong) adalah gerakan berdiri dengan kedua kaki saling berdekatan, berat tubuh dialihkan ke satu kaki, sehingga tubuh condong ke satu sisi. Kepala berpaling ke sisi yang sama. Ketika berdiri dalam tanjak, posisi kaki disesuaikan. Jika tubuh condong ke sisi kiri, kaki berubah ke tanjak kanan, dan sebaliknya.

  • Ndegek, Mendhak, Mayuk

Ndegek adalah posisi bentuk badan dimana dada dibusungkan ke depan, pantat dicondongkan ke belakang. Mendhak adalah gerakan tungkai merendah/ kedua lutut di tekuk menghadap ke luar

4.  Gerak Kaki

  • Gejug

Gejug adalah gerakan satu kaki berdiri pada jendul telapak, tepat di belakang tumit kaki yang lain

  • Jengkeng

Jengkeng adalah posisi duduk di atas kaki. Pada tari putri posisi kaki kanan sebagai tumpuan duduk, sedang posisi kaki kiri didepan kaki kanan. Pada tari putra, posisi kaki kanan sebagai tumpuan duduk, sedang kaki kiri membuka kesamping kiri.

  • Sila

Sila adalah posisi duduk bersila. Kaki kanan didepan kaki kiri.

  • Tanjak

Tanjak Kanan adalah posisi kaki dimana letak telapak kaki kanan agak di depan telapak kaki kiri dan kaki kiri dibelakang kaki kanan. Pada tari putri, tidak ada jarak antara telapak kaki kanan dan kaki kiri. Sedang pada tari putra alus berjarak satu telapak kaki, dan pada tari putra gagah lebih lebar lagi, dengan ukuran lebar kurang lebih 2 x telapak kaki. Tanjak kaki kiri dilakukan sebaliknya.

  • Jinjit

Jinjit adalah gerakan derdiri dengan menggunakan ujung telapak kaki bagian depan.

  • Srisik

Srisig adalah posisi atau gerakan lari-lari kecil, dengan posisi kaki jinjit dan mendak (lutut ditekuk)

  • Trecet

Trecet adalah gerakan seperti lari ditempat dengan posisi kaki membuka dan jinjit

  • Kenser

Kenser adalah gerakan kaki dengan berpindah posisi menggeserkan telapak kaki secara bersamaan

  • Lumaksana

Lumaksana dalam tari Jawa adalah  gerakan berjalan. Baik itu berjalan kedepan (maju) maupun berjalan ke arah belakang (mundur).

  • Debeg

Debeg adalah menghentakkan telapak kaki bagian depan. Debeg kanan yang dihentakkan kaki kanan, sedang debeg kiri yang dihentakkan kaki kiri. Setiap gerakan debeg selalu diikuti gejug. Debeg dan gejug merupakan satu rangkaian, namun gejug tidak selalu diawali dengan debeg. Gejug dapat berdiri sendiri.

  • Nggroda

Nggroda adalah bentuk dasar gerakan kaki dimana posisi telapak kaki saling merapat bagian tumit sedang bagian depan membuka 45 derajat (menghadap sudut)

 

untuk lebih jelasnya lagi kami beri referensi : https://www.youtube.com/watch?v=3tQCp-BRTxA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *