LATIHAN REGULER – TARI – TARI RANTAYA II

RANTAYA PUTRA GAGAH

Rantaya berasal dari kata paran (apa) dan taya (mataya, tari). Menurut sumber lain bahwa rantaya yang berasal dari kata ‘rante’ dan ‘taya’. Yang artinya didalam rantaya ada sebuah gerakan belajar berjalan atau didalam istilah tari dinamakan Lumaksana.

Unsur pokok pembelajaran tari jawa :

  1. Wiraga: melatih untuk bisa menguasai bentuk gerak anggota badan
  2. Wirama: melatih kepekaan dan penguasaan gerak dengan iringan.
  3. Wirasa : melatih diri dlm penguasaan watak tari

 

Macam-macam Gerak pada Tari Rantaya

  • Gerak kepala dan leher
  1. pancak gulu
  2. ghedeg
  3. lenggut
  4. tolehan
  5. gebes
  6. mbantheng gambul
  7. pacak gulu ula nglangi
  8. pacak gulu banyak slulup dll.
  • Gerak tangan
  1. ukel karno
  2. ukel manis
  3. seblak sampur
  4. ulap-ulap tawing
  5. ukel pakis dll.
  • Bentuk : tangan dan jari tangan
  1. Nyempurit : ibu jari tangan menempel pada bagian  tengah jari tengah.
  2. Ngrayung : keempat jari tangan rapat lurus keatas, ibu jari ditekuk menempel telapak tangan.
  3. Kepelan : Kelima jari tangan mengepal
  4. Naga rangsang : keempat jari tangan rapat lurus keatas, ibu jari dengan jari jari telunjuk membentuk sudut90 derajat
  5. Nyekithing : Ibu jari tangan menempel pada ujung jari tengah.
  • Ukuran tangan
  1. Putri : trap chetik
  2. Putra alus : trap dada
  3. Putra gagah : trap pundak
  • Gerak kaki
  1. debeg dan gejug : telapak kaki depan dihentakkan di belakang tumit.
  2. kengser : kedua kaki bergeser ke samping kanan ataupun kiri.
  3. Mendhak : kedua lutut di tekuk mengahdap keluar.
  4. Junjungan : kaki di angkat setinggi betis untuk tari putra alus, kaki diangkat setinggi lutut untuk tari putra  gagah, untuk tari putri tidak ada junjungan
  5. tanjak : sikap berdiri menyesuaikan karakter peranan.
  6. seredan macamnya :
    1. seredan polok/ mata kaki : digunakan apabila akan tanjak putra halus / lanyap.
    2. seredan jempol/ ibu jari kaki : digunakan apabila akan berjalan/ lumaksana
  7. kicat : mengangkat kaki setinggi betis di belakang kaki depan denagn arah telapak kaki serong/ menghadap
  8. trecet : posisi kedua kaki mendhak, telapak kaki jinjit lalu bergeser ke kanan atau ke kiri.
  9. srisig : berjalan memutar kecil-kecil dengan posisi kedua telapak kaki jinjit.
  • Gerak badan / torso
  1. ogek lambung
  2. Entragan
  • Tolehan
  1. Tolehan I : 90 derajat
  2. Tolehan II : 45 derajat
  3. Tolehan III : 22 1/2 derajat
  4. Tolehan IV : 0 derajat ( Pajeg / lurus ke depan)

 

Macam gerak Rantaya Putra Gagah antara lain :

  1. Trapsilantaya (Duduk Bersila)
  2. Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
  3. Lumaksana Kambeng
  4. Lumaksana Kalang Tinantang
  5. Lumaksana Bapang
  6. Gerak Penghubung : Besut (4 hitungan)
  7. Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
  8. Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
  9. Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)

Untuk lebih jelasnya admin kasih referensi, silahkan dilihat dan dipelajari di link berikut ini :

https://youtu.be/407YaACsidY

https://youtu.be/ZdxJ4fGeGGw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *