Tari Rantaya Putra Alus

Tari Rantaya Putra Alus
Sumber: Dokumentasi

Tari dalam pembagiannya dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya adalah tari putra alus, putra lanyap, putra luruh, putra gagah, putri alus, putri lanyap. Dalam hal ini akan dijelaskan mengenai gerak dasar tari putra alus.

Biasanya untuk mempelajari gerak dasar tarian kita memulainya dengan belajar tari rantaya terlebih dahulu, dan dalam hal ini kita akan menjabarkan beberapa dasar – dasar gerak tari putra alus

Kapang – kapang: Berjalan biasa dari arah kanan penonton ke arah kiri dengan jumlah langkah yang sudah ditentukan dan ketika sudah berada di tengah, impur (belok) ke kiri kemudian jengkeng kodok pelan – pelan. Setelah sampai di bawah, tangan kiri mengambil wiron jarik dan tangan kanan menumpu di lantai membantu posisi akan sila hanuraga

Sila hanuraga: Kaki kanan sedikit diajukan ke depan dan kaki kiri di masukkan dan kedua kaki dilipat bersamaan dengan seblak sampur. Kedua kaki di rapatkan kemudian posisi sila hanuraga.

Silantaya: Posisi tangan tetap. Kaki dilebarkan ke samping tetap dengan posisi bersila dan kedua tangan di letakkan di telapak kaki

Sembahan: Tangan disatukan ke depan hidung (trap hidung) perlahan. Lalu tangan dikembalikan lagi perlahan ke bawah di telapak kaki sama seperti setelah silantaya

Jengkeng: Kedua kaki diangkat dengan tumpuan tangan kanan lalu kaki kanan ditarik ke belakang dan posisi tangan indraya

Ngigel: Leyek kekiri tanpa ingset, tolehan ke kiri, tangan tetap kemudian seretan polog lalu tanjak, disertai dengan kedua tangan ukel lembar trap puser

Tanjak duwung: Tanjak seperti biasa, namun tangan nggendhong keris atau disebut dengan duwung, kemudian dilanjutkan ingset kiri dengan menthang tangan kiri junjungan kaki kanan. Kemudian masukkan keris dan seleh kaki kiri.

Laras miwir sampur: 1 Mendak
2 Kicat
3 – 7 setelah ingset kanan tolehan perlahan ke kiri tanjak kanan leyek kiri, lambung ke kiri tolehan ke kiri
8 ogek lambung kanan kiri
Ingset tanjak kiri, ngembat tangan kanan, tolehan perlahan ke kanan
Menthang sampur kanan, ngembat. Hitungan empat cul sampur

Panggel, sabetan: Seperti panggel biasanya, kemudian dilanjtkan dengan sabetan, pada waktu besut, langsung leyek kiri ambil sampur.

Menthang ulap – ulap: Tangan kiri menthang, badan hadap ke samping, kaki kanan gejug kemudian gerak kepala hitungan 1 diam 2 gedheg kanan 3 gedheg kiri 4 gedheg kanan kiri. Dilanjutkan dengan tawing tanjak kanan. Dilanjutkan dengan nglawe.

Nglawe: Tangan kiri bergerak keluar depan kiri diluruskan seakan – akan dibuang, dilanjutkan menthang

Atrap jamang: Tangan kiri seperti naga rangsang berada di atas alis kiri, tangan kanan ukel trap kuping, tolehan kembali ke depan

Sawega: Keris ujung wadahnya di dudut ke kiri dan yang kana ditarik keuar kemudian keris dikeluarkan dengan posisi pangkal yang tajam dipegang jempol digerakkan pangkalnya dulu kemudian di letakkan di cethik

Perangan: Posisi tangan kanan sawega tangan kiri malang kerik di cethik

1-2 mundur kaki kiri, seredan polog kanan mundur
3 – 4 mundur kaki kanan, seredan polog kiri mundur
5 – 6 maju kaki kanan seredan polog kiri maju, tusuk keris ke kanan
7 – 8 maju kaki kiri seredan polog kaki kanan maju tusuk keris ke kiri

Nikel warti: Seperti sidangan kebyok dilanjutkan dengan kaki kanan mundur, kemudian jengkeng disertai dengan hoyogan, ucul sampur kanan tolehan kanan, kbyok sampur kiri toleh kiri, sembahan lalu udar sembah dilanjut kapang – kapang mundur beksan

Itu tadi penjelasan tentang beberapa gerak dasar dalam tari putra alus. Apabila ingin mempelajari lebih lanjut tentang gerak dasar tari rantaya putra alus bisa kunjungi youtube berikut ini: https://youtu.be/o1Ha9tpFJCM

Sekian dari kami apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian materi diatas bisa memberikan masukan tapi apabila dirasa sudah cukup semoga bisa bermanfaat bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *