You are currently viewing Penampilan BKKT UNS dalam 19th World Dance Day 24 Jam Menari  ISI Surakarta dengan membawakan Tari Bedhaya Saptasrawana

Penampilan BKKT UNS dalam 19th World Dance Day 24 Jam Menari  ISI Surakarta dengan membawakan Tari Bedhaya Saptasrawana

Surakarta – Ormawa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) UNS kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia seni pertunjukkan pada Selasa, 29 April 2025. Dalam 19th World Dance Day 24 Jam Menari ISI Surakarta, BKKT UNS menampilkan tarian dengan tajuk Bedhaya Saptasrawana. 

Dengan mengangkat tema “Harmoni Spiritual dalam Kesempurnaan Hidup : Menggali Makna Saptasrawana dan Papat Kiblat dalam Tari Bedhaya Saptasrawana.” Tarian ini menggambarkan filosofi sebagai tujuh pendengaran suci (Saptasrawana) untuk menuju kesempurnaan hidup. Dengan 11 penari, tarian ini memperluas makna tradisi Bedhaya, melambangkan harmoni antara Saptasrawana (7 pendengaran luhur) dan papat kiblat (4 penjuru kehidupan) yang menyatu dalam kesadaran spiritual.

Bedhaya Saptasrawana ini dibawakan oleh 11 penari anggota BKKT UNS yaitu, Hellen Vicky Monalisa, Nikmatull Tsalasa Putri, Nita Kusuma Putri, Nita Sri Widayati, Valerina Siska Megarantantri, Fahma Wijaya Sukma, Masinda Nahar Kanaya, Angela Gysca Ariella, Mahiswari Adya Mumpuni, Iodesma I. S. Pamulatsih, dan Derren Romentiska Asmara Khrisna. Tarian ini diiringi dengan musik gamelan yang dimainkan oleh 21 pengrawit muda BKKT UNS.

Selain penari dan pengrawit, peran koreografer Aline Dwi Putri Agnesia, Azzahra Rasdyan Eka Putri, dan Stefani Ayudya Prasetyo juga menjadi kunci keberhasilan pementasan tari Bedhaya Saptasrawana. Tak hanya itu, penata iringan Maritza Novalina Kusuma Wardhani, Muhamad Davi Andang Pragama, dan Raysandy Satrio Wicaksono juga menambah keberhasilan pementasan ini.

Peran penata cahaya oleh Vadya Sulistyo, serta Stage Manager oleh Hafshoh Sri Lestari dan Muhammad Ammar Azfa juga memiliki peran yang penting dalam keberjalanan pementasan tari Bedhaya Saptasrawana.