TARI WIRENG LINTANG SESINGGAH Karya BRM. Bambang Irawan

Pada Rabu, 15 Juli 2026, Bidang 1 Ormawa BKKT UNS melaksanakan kegiatan apresiasi seni secara daring terhadap karya pribadi Pembina Ormawa BKKT UNS, Dr. Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si., berjudul Tari Wireng Lintang Sesinggah.

Karya tari ini berawal dari keprihatinan BRM. Bambang Irawan (Kanjeng Pangeran Radityo Lintang Sasongko) saat menyelesaikan disertasi doktoralnya di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dari proses tersebut lahir tembang macapat yang kemudian berkembang menjadi gending Ketawang Lintang Sesinggah Pelog Pathet Lima. Setelah diuji coba sebagai iringan pertunjukan wayang kulit, gending tersebut dikembangkan menjadi sebuah tari Wireng yang utuh melalui penyusunan struktur musik dan koreografi.

Tari Wireng Lintang Sesinggah mengandung makna keberanian dan perjuangan manusia dalam menghadapi berbagai hambatan hidup. Lintang melambangkan penunjuk arah, sedangkan Sesinggah berarti menyingkirkan rintangan. Selain itu, karya ini mengangkat nilai spiritual melalui pengendalian empat nafsu dan konsep Jawa Sedulur Papat Limo Pancer sebagai pedoman untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Pementasan perdana tari ini dilaksanakan pada acara wisuda siswa Sanggar Pasinaon Pambiwara Karaton Surakarta yang bertepatan dengan hari ulang tahun penciptanya. Tarian dibawakan oleh Raden Mas Nindo Hartawan, S.E., KRT. Agus Prasetyo Diningrat, S.Sn., RT. Sukoco Yulianto Hadipuro, S.Sn., dan Hartanto, S.Sn., M.Sn., dengan iringan musik karawitan dari komunitas Radi Theo Art Community (RAC) Surakarta.

Secara keseluruhan, Tari Wireng Lintang Sesinggah merupakan karya tari yang utuh dan sarat makna spiritual. Gerak gagah alus gaya Surakarta yang presisi, tenang, dan tegas berpadu harmonis dengan iringan gending Ketawang Lintang Sesinggah Pelog Pathet Lima, kostum klasik Keraton Surakarta, serta tata cahaya pendapa yang mendukung terciptanya suasana agung, khidmat, dan sakral selama pementasan.