Apresiasi Seni “Klenengan Setu Pon”

Tanggal 15 Mei 2026, Bidang 1 telah melaksanakan kegiatan apresiasi seni di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran Surakarta melalui acara “Setu Pon Klenengan”. Kegiatan ini merupakan tradisi budaya rutin yang diselenggarakan oleh Pura Mangkunegaran sebagai bentuk pelestarian seni karawitan Jawa gaya Mangkunegaran. Setu Pon dilaksanakan setiap malam Sabtu Pon dalam penanggalan Jawa atau setiap satu siklus selapan (35 hari sekali). Tradisi ini juga berkaitan dengan Tingalan Wiyosan atau peringatan hari lahir K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, sehingga memiliki makna penghormatan terhadap budaya, leluhur, dan keberlanjutan tradisi keraton Jawa.

Kegiatan Setu Pon diwujudkan melalui sajian klenengan, yaitu pertunjukan gamelan Jawa yang disajikan tanpa iringan drama maupun tari. Dalam pertunjukan tersebut, para pengrawit, swarawati, dan wiraswara membawakan gendhing-gendhing klasik khas Mangkunegaran dengan suasana yang khidmat dan penuh penghayatan. Beberapa gendhing yang disajikan antara lain :

  1. Mongkok Dhelik, Gendhing Kethuk 4 Awis Minggah Randhamaya Laras Slendro Nem
  2. Talawiwangsa, Gendhing Kethuk 2 Arang Minggah 8 Laras Pelog Pathet Lima
  3. Danaraja, Gendhing Kethuk 4 Awis Minggah 8 Laras Slendro Sanga
  4. Boyong, Ketawang Gendhing Kethuk 2 Kerep Minggah Ladrangan Laras Pelog Barang.
    Pergantian laras slendro dan pelog dalam sajian tersebut menghadirkan suasana musikal yang tenang, agung, dan mendalam. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran bersama para seniman karawitan dan komunitas budaya di lingkungan Mangkunegaran.

Melalui kegiatan ini, Setu Pon Klenengan menjadi salah satu bentuk nyata upaya pelestarian budaya tradisional di tengah perkembangan zaman. Bunyi gamelan, tembang, dan tata penyajian yang masih memegang pakem memperlihatkan bahwa kesenian tradisional tetap hidup dan relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman apresiasi seni secara langsung sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap warisan budaya Jawa agar terus dijaga dan dilestarikan.