APRESIASI SENI – Tidak Sekedar Tari 2022

Selasa, 24 April 2022 pukul 20.00 WIB di Pendopo Wisma Seni TBJT menyajikan pertunjukan Tidak Sekedar Tari yang menyajikan 2 tarian. Kedua sajian tersebut menampilkan mahasiswa-mahasiswi ISI Surakarta. Sajian pertama, penggarap terinspirasi dari Tari Bapang asal Malang, yang disajikan oleh 5 penari. Dan sajian kedua yang berjudul “Jao” disajikan oleh lebih dari 5 penari perempuan yang hanya menggunakan celana kain dan bra sport. Penggarap terinsipirasi dari beberapa gerakan di Lampung yang umum digunakan di sana. 

“Penampilan tari yang disajikan sudah sangat baik dan makna yang diberikan sangat bagus.. dari tabuhan dan dari lighting sudah sangat mendukung penampilan tari begitupun dari cara menyalakan dan meredupkan lampu.” (Fiqy Zuhrotur Rohmah)

“Penampil pertama mengunggah tarian yang terinspirasi dari tari Bapang. Topeng Bapang dahulu jika akan dibikin harus menggunakan ritual”” tertentu, dan kayu depan belakangnya tidak boleh salah. Jika salah, dahulu pernah ada kejadian tolengnya tidak bisa lepas. Penyaji kedua terinspirasi dari daerah Lampung. Tarian ini mengambil beberapa gerakan yang khas dari tarian Lampung. ” (Wening Kirana)

“Bagus banget sih, menarik. Pesan dari cerita yang disampaikan juga mudah dimengerti.” (Nabiran Fangki)

“Keseluruhan menarik, konsep acara simple tapi memuaskan, yg mengganggu itu tiang-tiang pendopo, dekorasi kurang sih karena tidak terlihat yaa, penggunaan lampu menurutku cukup bagus, seru banget bisa nonton gitu.” (Syofian Bin Oddo)

“Untuk sajian pertama, saya cukup tertarik untuk menonton karena mengangkat unsur tari Bapang. Untuk segi kepenarian juga saya rasa tidak perlu diragukan lagi karena para penari merupakan mahasiswa ISI Surakarta program studi Tari. RnB cukup simpel dengan baju bermodel singlet longgar berwarna merah dengan celana pendek (short) dalaman hitam bagi penari wanitanya. Untuk lighting tidak bisa berkomentar banyak karena di TST memang setting lighting hanya plain general saja, tidak ada parled.” (Bayu Prasetyo Adi)

“Menurut saya dari segi RnB yang saya amati sajian Tidak Sekedar Tari ini cukup simpel dengan menggunakan kain merah dan celana pendek, untuk penampil kedua hanya menggunakan bra sport dan celana dan hal ini menarik karena hanya dengan menggunakan pakaian yang simpel dapat menggambarkan apa yang di tarikan.” (Kalista Nanda Kusuma Dewi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *